Dewasa ini, salah satu permasalahan pokok yang sedang dihadapi oleh
pemuda (pemuda dan pemudi) di Kabupaten Bengkayang, khususnya pemuda
Dayak adalah menjalin kerja sama yang baik dan mendidik. Hal tersebut
dikarenakan beberapa faktor, seperti jarak tempuh setiap daerah
tergolong jauh, latar belakang pendidikan, dan kesibukan atau pekerjaan
setiap pemuda. Akibatnya, diantara pemuda Dayak sendiri saling tidak
mengenal, dan tidak jarang terjadi konflik fisik atau nonfisik.
Di samping itu, pemuda Dayak juga merasa kesulitan untuk
mentransformasikan potensi yang dimilikinya. Hal ini disebabkan belum
tersedianya suatu wadah yang secara khusus dapat menjembatani mereka
dalam meningkatkan potensi yang dimilikinya. Maka dari itu, tidak
heranlah mengapa hingga sekarang masih ada pemuda yang mengalami future
shock. Dan dalam bidang kebudayaan sendiri, masih banyak pemuda yang
tidak mengenal: bahasa, adat istiadat, mitologi, kerajinan tangan,
tarian, alat musik, senjata khas dan filosofi Dayak.
Berangkat dari pemikiran di atas, kami selaku pemuda Dayak Kabupaten
Bengkayang berinisiatif untuk mendirikan suatu wadah yang di sebut Forum
Komunikasi Pemuda Dayak Kabupaten Bengkayang (FKPDKB). Karena kami
(Panitia Mubes Ke-1 FKPDKB) yakin dengan berdirinya organisasi pemuda
Dayak yang mendidik, idependen, berlandaskan Pancasila, UUD 1945 dan
Peraturan Pemerintah; beberapa permasalahan di atas akan berangsur pulih
apabila ditangani secara perlahan, tepat dan berkontinyu. Sedangkan
secara khusus, dengan berdirinya FKPDKB, pemuda Dayak di Kabupaten
memiliki kesempatan untuk belajar berorganisasi, menjalin komunikasi,
berbagi pengalaman, dan menjadi wadah yang dapat memfasilitasi pemuda
dayak Kabupaten Bengkayang dalam berkarya.
Bertalian dengan upaya yang disebutkan di atas, kami sadar bahwa donasi
swadaya, tenaga, dan pikiran yang kami kerahkan tidak cukup untuk
memanifestasikan cita-cita tersebut. Karena untuk mewujudkan segala
sesuatunya, kami juga membutuhkan dukungan moral dan materi dari berbgai
pihak. Oleh karena itu, besar harapan kami agar Pemerintah Provinsi,
Pemerintah Daerah, Lembaga Swasta, Tokoh Adat, dan masyarakat sudi
memberikan dukungan moral dan materi. Karena dalam menjalankan visi dan
misinya, organisasi ini akan selalu mengabdikan diri kepada masyarakat,
khususnya pemuda Dayak. Demikianlah latar belakang pembentukan
organisasi dan kegiatan ini kami sampaikan. Atas dukungan dan kerjasama
yang baik dari berbagai pihak, kami ucapkan terima kasih.
Dari hasil kesepakatan Mubes Ke-1 tanggal 10 Februari 2012, Forum
Komunikasi Pemuda Dayak Kabupaten Bengkayang, Lahirlah nama baru
(penganti nama FKPDKB) yaitu Persatuan Pemuda Dayak Kabupaten Bengkayang
yang di singkat dengan P2DKB.